Tugas 1
Kelompok 3
Tugas Bab I s/d V
BAB I
DASAR KOMUNIKASI DAN
KOMUNIKASI BISNIS
1. Pengertian dan
Cakupan Komunikasi Bisnis
Komunikasi adalah suatu
proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau
lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek
tertentu yang diharapkan. Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang
atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara
historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang
berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam
artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Berikut pengertian komunikasi bisnis
menurut para ahli:
Pengertian
komunikasi bisnis menurut Purwanto : Komunikasi bisnis adalah
komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam
bentuk komunikasi baik komunikasi verbal maupun nonverbal untuk mencapai tujuan
tertentu.
Pengertian komunikasi bisnis menurut
Katz (1994:4) Komunikasi Bisnis adalah adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep
yang berkaitan dengan pencapaian serangkaian tujuan komersil. Komunikasi
bisnis’ diartikan sebagai komunikasi yang terjadi dalam dunia bisnis dalam
rangka mencapai tujuan dari bisnis itu (Katz, 1994). Istilah ‘bisnis’ dalam
konteks ini diterjemahkan sebagai suatu organisasi perusahaan.
Pengertian
komunikasi bisnis menurut Rosenbaltt (1982:7): “Business Communication are purposive interchange of ideas,
opinions, information, instructions, and the like, presented personally or
impersonally by symbols or signal as attain the goals of the organizations” (Komunikasi
Bisnis adalah pertukaran ide-ide opini, informasi, instruksi dan sejenisnya,
yang dikemukakan baik secara personal ataupun nonpersonal melalui simbol atau
tanda, untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan).
Pengertian komunikasi
bisnis menurut Persing (1981:108) “Business communication may be
defined as the spiraling process of the transaction of meanings through
symbolic action involving all elements associated with sending and receiving
written, oral, and nonverbal messages internal to organizations of paid people
working together to produce and market goods and services for provit.” (Komunikasi
Bisnis adalah proses penyampaian arti melalui lambang-lambang yang meliputi
keseluruhan unsur-unsur yang berhubungan dengan proses penyampaian dan
Penerimaan pesan, baik itu dalam bentuk tulisan, lisan, maupun nonverbal yang
dilakukan di dalam suatu organisasi yang membayar orang yang secara
bersama-sama memproduksi dan memasarkan barang-barang dan jasa guna memperoleh
keuntungan).
Cakupan / Ruang
Lingkup Komuikasi Bisnis :
Ada lima komponen yang penting untuk diperhatikan dalam proses komunikasi,
yaitu :
1. Pengirim pesan (sender atau komunikator).
2. Pesan yang dikirimkan (message).
3. Bagaimana pesan tersebut disampaikan (delivery channel atau media).
4. Penerima pesan (receiver atau komunikan.
5. Umpan balik (feedback) atau effect.
Kelima komponen penting yang harus diperhatikan dalam proses komunikasi diatas
tidak hanya berlaku untuk komunikasi bisnis, tetapi dalam dunia pendidikan
kelima komponen tersebut juga penting untuk diperhatikan. Hal itu diperlukan
untuk mencapai sebuah tujuan belajar yang diharapkan melalui komunikasi yang
efektif. Komunikasi yang efektif dalam pembelajaran banyak ditentukan oleh
keaktifan selama proses belajar berlangsung yaitu adanya bentuk komunikasi
dalam bentuk timbal balik berupa pertanyaan dan jawaban pertanyaan dari sebuah
proses belajar mengenai topik tertentu yang dibahas dalam proses belajar
tersebut.
2.
Unsur-Unsur dalam Komunikasi
Dalam komunikasi bisnis terdapat enam unsur pokok, yaitu:
1. Memiliki tujuan, artinya komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya sejalan dengan tujuan organisasi.
2. Pertukaran, dalam hal ini melibatkan paling tidak dua orang atau lebih
yakni komunikator dan komunikan.
3. Gagasan, opini, informasi, instruksi merupakan isi dari pesan yang
bentuknya beragam tergantung tujuan, situasi, dan kondisinya.
4. Menggunakan saluran personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap
muka, menggunakan media tertentu atau melalui media yang menjangkau jutaan
orang secara bersamaan.
5. Meggunakan simbol atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat
dimengerti atau dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan.
6. Pencapaian tujuan organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan
organisasi atau lembaga formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya oleh manajemen.
Unsur-unsur komunikasi tersebut juga diperlukan dalam komunikasi dalam bidang
pendidikan. Hanya saja yang membedakannya adalah tujuan yang akan dicapai
disesuaikan dengan kebutuhan dunia pendidikan.
3.
Bentuk Komunikasi Bisnis
Pada dasarnya ada dua bentuk komunikasi yang umum digunakan dalam dunia bisnis,
yaitu, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.
1. Komunikasi verbal
Komunikasi verbal (verbal communication) merupakan salah satu bentuk
komunikasi yang disampaikan kepada pihak lain melalui tulisan (written) dan
lisan (oral). Contohnya adalah membaca
majalah, mambaca surat kabar, mempresentasikan makalah dalam suatu acara
seminar dan lain-lain.
Adapun dalam berkomunikasi secara verbal, dibutuhkan pengungkapan kata-kata
yang disusun dalam suatu pola yang berarti, baik dalam bentuk tulisan maupun
lisan, seperti :
· Berbicara dan Menulis
Suatu pesan yang sangat penting dan kompleks, sebaiknya disampaikan dengan
menggunakan
tulisan, seperti surat, memo dan laporan.
· Mendengarkan dan Membaca
Untuk mencapai komunikasi yang efektif, maka diperlukan komunikasi dua arah,
dimana orang-orang yang terlibat di dalamnya memerlukan ketrampilan mendengar
(listening) dan membaca (reading).
2. Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal merupakan bentuk komunikasi yang paling mendasar dalam
komunikasi bisnis. Walaupun pada umumnya komunikasi nonverbal memiliki sifat
kurang
terstruktur sehingga sulit untuk dipelajari, seperti memahami dalam penggunaan
bahasa isyarat, ekspresi wajah, gerakan tubuh, sandi, simbol-simbol, warna dan
intonasi suara. Dalam penyampaiannya, komunikasi verbal dan komunikasi
nonverbal memilki arti yang berbeda-beda, seperti dalam komunikasi nonverbal.
Pesan yang disampaikan biasanya dilakukan secara spontan tanpa memiliki rencana
dan dilakukan secara tidak sadar dan bersifat alami.
Adapun Komunikasi Nonverbal memilki beberapa tujuan , yaitu :
· Menyediakan dan memberikan informasi
· Mangatur alur suatu percakapan
· Mengekspresikan emosi
· Memberi sifat dan melengkapi, menentang atau mengembangkan pesan-pesan
verbal
· Mengendalikan atau mempengaruhi orang lain
· Mempermudah tugas-tugas khusus, misalnya dalam memberikan pengajaran pada
saat kuliah
Dalam prakteknya tentu komunikasi verbal dan non verbal dapat bergabung agar
penyampaian
sebuah informasi dapat mudah dipahami. Contohnya komunikasi yang
dilakukan seorang pemimpin untuk
menyuruh bawahannya dimana melalui ucapan dan
ekspresi wajah yang tepat akan
mempermudah penyampaian maksud dan tujuan yang akan
disampaikan sehingga tidak akan terjadi sebuah kekeliruan.
4.
Bisnis dalam Pandangan Komunikasi
Dalam konsep dan azas komunikasi modern yang lebih menekankan pada kebutuhan
komunikan dan kesiapan dari komunikan dalam proses komunikasi, hal ini lebih
pentinga dari fungsi pesan dan tujuan dari komunikator, ini disebabkan
oleh prinsip- prinsip yang lebih modern yang lebih
mempertimbangkan dan memperhitungkan pada
peluang dari pada produksinya. Walaupun konsep permintaan
berkaitan dengan konsep permintaan (Anda dapat
mempelajari ekonomi mikro), tetapi dalam kenyataan di pasar
tidak secara otomatis jika pada saat kelebihan barang
dan jasa secara langsung akan
membuat
pasar menjadi jenuh atau sebaliknya dengan kelangkaan barang dan jasa akan
menyebabkan
timbulnya suatu peluang pasar, mengapa demikian, hal ini disebabkan oleh:
1. Secara
realita psikologis suatu kebutuhan dapat diciptakan.
Kebutuhan akan barang secara individual, dalam kontek ini peluang pasar dapat
di
buat dengan
mekanisme komunikasi secara berkesinambungan dengan membentuk
nilai-nilai social, preferensi dan fungsi.
2. Peluang pasar ditentukan oleh citra, kebutuhan dan perilaku konsumen
tentang barang dan jasa. Jika suatu produk dapat menyakinkan konsumen dalam hal
kredibilitas, memiliki fungsi, ada jaminan keamanan dan memiliki keunggulan
lain, maka peluang pasar akan terbentuk.
Secara
umum selalu timbul permasalahan dimana konsumen pasar tidak mengetahui
informasi dan keberadaa barang dan jasa di pasar, yang disebabkan umumnya kurang
baik dan kurang memadai dalam menjalankan strategi komunikasi. Hal ini harus
dikembangkan strategi komunikasi yang baik dan efektif ke pasar, yaitu dengan
menjalankan promosi, seperti :
1. Kegiatan hubungan antar manusia
2. Kegiatan hubungan masyarakat
3. Kegiatan advertensi atau iklan
4. Kegiatan promosi melalui media elektronik
5. Kegiatan promosi dan penjualan melalui media internet
6. Mengembangkan system informasi perusahaan
7. Mengembangkan keahlian komunikator dalam bisnis
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi
diantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif
atau menimbulkan efek tertentu yang diharapkan. Komunikasi adalah persepsi dan
aspresiasi. Bisnis dan komunikasi sebagai sama-sama proses sosial, kita akan
sampai pada kesimpulan bahwa komunikasi adalah bisnis dan sebaliknya, bisnis
adalah komunikasi.
Kemajuan
di bidang transformasi informasi (komunikasi) juga berlangsung sangat pesat,
sehingga informasi tentang keadaan tertentu dapat disampaikan tanpa tergantung
jarak geografis. Kemajuan dibidang komunikasi (media massa) telah mempengaruhi
pola-pola bisnis anta rmanusia.
Bisnis
dan komunikasi sama-sama memulai kegiatannya dengan melakukan proses produksi.
Lebih jelasnya bisa dijelaskan sebagai berikut:
· Dalam komunikasi, yang diproduksi dinamakan informasi, sedangkan dalam
bisnis, yang
diproduksi adalah barang dan jasa.
· Bisnis dan komunikasi menyampaikan produk tersebut kepada pihak lain. Dalam
komunikasi, pihak lain disebut communicator, audience, destination, dst.
Sementara dalam kegiatan bisnis pihak lain sering disebut konsumen, klien,
buyer, dst.
· Komunikasi dan bisnis sama-sama menimbulkan reaksi tertentu dan mempunyai
hambatan-hambatan yang spesifik.
Komunikasi Bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang
mencakup berbagai macam jenis dan bentuk komunikasi untuk mencapai tujuan
bisnis. Pada dasarnya ada dua bentuk komunikasi yang umum digunakan dalam dunia
bisnis, yaitu, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.
Dalam
dunia bisnis, reputasi dan kredibilitas harus dibangun agar kustomer merasa
nyaman hingga memberikan kepercayaannya pada anda. Terutama dalam hubungan
bisnis jangka panjang dengan pekerja dan kustomer, memiliki kepekaan
profesionalisme akan menghadirkan banyak nilai positif. Disinilah perlunya
memainkan peran komunikasi bisnis. Keberhasilan bisnis apapun tergantung pada
efektivitas komunikasi. Semakin efektif sebuah komunikasi, semakin positif
nilai yang dihasilkan. Efektivitas sebuah komunikasi sesungguhnya diukur dari
seberapa jauh menghasilkan aksi dari audiens dan pembaca.
5. Bisnis dalam Pandangan Komunikasi
Azas-azas
komunikasi modern lebih menekankan kebutuhan komunikan dan kesiapan komunikasi
dalam proses komunikasi. Itu lebih penting dari pada fungsi pesan dan tujuan
komunikator. Oleh karena itu, prinsip-prinsip yang lebih modern pun lebih
memperhitungkan faktor peluang daripada produksi. Ketika permintaan akan suatu
barang dan jasa melebihi penawarannya, maka yang terpenting adalah bagaimana
memproduksi barang dan jasa sebanyak mungkin. Tetapi ketika keadaan menjadi
sebaiknya, fokus kegiatan bisnis harus tertuju pada pertanyaan “apakah peluang
pasar masih terbuka?”.
Peluang
pasar sebenarnya tidak selalu signifikan dengan penawaran barang dan jasa.
Artinya barang dan jasa dalam jumlah banyak tidak otomatis menyebabkan pasar
menjadi jenuh. Sebaliknya, jumlah barang dan jasa yang sedikit atau langka
tidak selalu menyebabkan peluang pasarnya menjadi besar. Kenapa demikian?
Pertama,
dalam realitas psikologis ternyata kebutuhan dapat diciptakan. Kebutuhan
manusia terhadap barang. Dalam konteks ini, peluang pasar dapat dibuka melalui
mekanisme komunikasi yang secara berkesinambungan membentuk nilai sosial,
preferensi, dan fungsi. Terbukanya peluang pasar bagi produk minimum merupakan
hasil pengkondisian yang dilakukan oleh media massa melalui informasinya.
Informasi itulah yang membentuk nilai-nilai, citra (image), dan kebutuhan.
Dengan demikian, kegiatan komunikasi kerapkali dilakukan terlebih dahulu untuk
membentuk peluang pasar.
Kedua,
peluang pasar sangat ditentukan oleh citra konsumen mengenai barang dan jasa.
Jika sebuah produk mampu meyakinkan konsumen bahwa produk itu memiliki
kredibilitas (dapat dipercaya), memiliki fungsi, dijamin keamanannya dan
keunggulan-keunggulan lainnya, peluang pasarnya pun akan terbentuk. Masalahnya,
seringkali barang dan jasa tersebut tidak diketahui oleh khalayak karena tidak
ada strategi komunikasi yang benar dan memadai. Kegiatan komunikasi yang
dimaksud adalah berupa promosi. Kegiatan promosi meliputi :
1. Kegiatan
hubungan antar manusia (human relation)
2. Kegiatan
hubungan masyarakat (public relation)
3. Kegiatan
advertertising atau iklan.
Kegiatan
yang efektif pada saat ini adalah memperkenalkan produk melalui jasa
periklanan. Melalui kegiatan periklanan target yang diharapkan adalah bahwa
konsumen mengenal karakteristik produk, memahami fungsi serta keunggulan produk
it, lalu menjadi yakin keuntungan memakai produk tersebut. Salah satu dalil
strategi periklanan menyebutkan bahwa iklan yang efektif adalah iklan berbiaya
paling rendah, dapat mencapai sasaran orang-orang yang akan membeli. Oleh sebab
itu sebelum melakukan kegiatan promosi lewat iklan, terlebih dahulu perlu
diperhitungkan berapa dana yang tersedia baru menentukan strategi memilih media
promosi yang tepat.
BAB II
PERANAN KOMUNIKASI DALAM DUNIA BISNIS
1. Peranan
Komunikasi dalam Bisnis
Keberhasilan komunikasi di dalam suatu organisasi akan ditentukan oleh kesamaan
pemahaman antar orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi. Kesamaan
pemahaman ini dipengaruhi oleh kejelasan pesan, cara penyampaian pesan,
perilaku komunikasi, dan situasi komunikasi. Komunikasi organisasi biasanya
menggunakan kombinasi cara berkomunikasi (lisan, tertulis dan tayangan) yang
memungkinkan terjadinya penyerapan informasi dengan lebih mudah dan jelas.
Secara empiris, pemahaman orang perihal sesuatu hal akan lebih mudah diserap
dan dipahami jika sesuatu tersebut diperlihatkan dibandingkan hanya
diperdengarkan atau dibacakan. Dan akan lebih baik lagi hasilnya jika sesuatu
yang dikomunikasikan tersebut, selain diperlihatkan juga sekaligus dipraktikkan.
Hasil studi tentang perilaku bisnis di kalangan esekutif menunjukan fakta bahwa
kemampuan berkomunikasi merupakan unsur pokok diantara berbagai factor personal
yang diperlukan untuk memperomosikan menejemen organisasi atau mengatasi
konflik menejemen (Boove and Thill,2002). Dengan kata lain, kemampuan
berkomunikasi efektif sekaligus juga merupakan salah satu ciri mutu SDM
karyawan. Istilahnya,komunikasi efektif dalam suatu organisasi dapat
diumpamakan seperti darah dalam tubuh dank unci kesuksesan.
Keberhasilan komunikasi bisnis juga sangat ditentukan oleh adanya efektivitas
dalam komunikasi bisnis. Efektivitas komunikasi bisnis, seperti halnya jenis
komunikasi lainnya ditentukan beberapa hal:
· Presepsi
Komunikasi harus dapat memprediksi apakah pesan yang disampaikan dapat
diterima komunikan.
· Keberhasilan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Salah satu faktor keberhasilan komunikasi bisnis dalam penggunaan teknologi
informasi dan komunikasi yaitu adanya proses integrase informasi menyangkut
ketersediaan komunikasi data yang tepat guna. Ini mencakup beberapa factor
antara lain, pertama, cakupan (range) produksi jasa komunikasi data yang
memiliki. Dengan adanya hirarki, jenis, dan besar kecilnya manufaktur mempunyai
perbedaan karakteristik system informasi yang dibutuhkan sehingga diperlukan
jenis layanan komunikasi yang berbeda pula. Kedua, Converage. Diperlukan
provider yang dapat menyediakan layanan di lokasi manapun mengigat lokasi
manufacture yang menyebar dan terkadang di daerah yang terpencil (rural area).
Ketiga, unjuk kerja (performansi). Performansi yang tinggi merupakan syarat
utama agar komunikasi selalu dapat dilakukan. Keempat, Biaya. Factor biaya
menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan agar efisiensi tetap dapat
ditingkatkan.
2. Tujuan
dari Komunikasi dalam Bisnis
1. Tujuan Komunikasi Bisnis Secara Umum
Komunikasi Bisnis bertujuan untuk
mendukung tujuan bisnis agar lebih efektif dan efisien dalam rangka memperbaiki
pengelolaan bisnis.
2. Tujuan Komunikasi Bisnis Secara Khusus
Komunikasi Bisnis bertujuan untuk menciptakan interaksi atau
hubungan di dalam perusahaan dengan konsumen, perusahaan dengan lembaga
pemerintah, sesama dunia usaha, serta dengan lingkungan sehingga tercipta
hubungan yang harmonis yang ditandai oleh tercapainya tujuan bisnis juga
semakin meningkatnya pertumbuhan bisnis.
3. Umpan
Balik dan Bentuk-Bentuknya
Dalam melakukan komunikasi bisnis, terdapat 2 manfaat secara umum yang
dapat diperoleh yaitu:
1. Manfaat Eksternal
Komunikasi bisnis dengan pihak ketiga yang efektif membawa dampak positif dalam
keberhasilan usaha bisnis dan upaya membangun citra perusahaan di mata
masyarakat. Contohnya: laporan, brosur dan presentasi bisnis yang disusun
secara professional dapat meningkatkan citra perusahan.
Komunikasi
bisnis yang tidak efektif yaitu sangat mahal biayanya, menurunkan cita
perusahaan, memboroskan jam kerja dan menjauhkan pelanggan.
2. Manfaat Internal
Kemampuan berkomunikasi secara efektif menunjang karir
eksekutif
perusahaan.
Berikut 8 hal yang menjadi perimbangan mempromosikan jenjang
karir eksekutif :
a). kemampuan
bekerja keras
b). kemampuan
manajemen
c).
kepercayaan diri
d). kemampuan
mengambil keputusan yang sehat
e). latar
belakang akademis
f). mempunyai
ambisi untuk maju
g). kemampuan
berkomunikasi secara efektif
h).
Berpenampilan menarik
4 . Kesalahpahaman
Dalam Komunikasi
Kesalahpahaman merupakan fenomena komunikasi yang tak jarang terjadi. Bahkan
disebut kejadian normal. Sering disebut akibat dari adanya disortasi informasi.
Terjadi penyimpangan penafsiran antara yang dimaksud pengirim dan
dinterpretasikan sang penerima pesan. Beberapa contoh kesalahpahaman antara
lain adalah dalam menanggapi poin-poin penting suatu rapat; karyawan yang
kurang memahami uraian pekerjaan dan tanggung jawabnya; ketidaktahuan dalam
menindak lanjuti instruksi, surat-surat dan penggumuman; kesalahan dalam
menanggapi gagasan pimpinan dan rekan kerja; dan kesalaha pahaman dalam teknik
atau cara berkomunikasi dengan baik.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahpahaman khususnya karena faktor
komunikasi adalah (1) kondisi pelaku komunikasi seperti tingkat pendidikan,
pengetahuan tentang kerja dan kondisi fisik; (2) isi pesan seperti kejelasan,
dan isi kalimat; (3) media seperti jumlah dalam mutu fasilitas; (4) kebisingan
dalam hal fisik dan psikologi lingkungan kerja; (5) Bahasa tubuh seperti dalam
hal cara tutur kata, dan gerak tubuh. Semakin tinggi standar elemen-elemen
tersebut diterapkan maka kemungkinanya terjadi disortasi informasi dan
kesalahpahaman semakin rendah.
5.
Memperbaiki Komunikasi Dalam Organisasi
Komunikasi efektif sangat berpengaruh dalam mengatasi hambatan yang dihadapi
dalam berkomunikasi. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk memperbaiki
komunikasi.
A. Membuat suatu pesan lebih berhati-hati
Perhatikan
tujuan berkomunikasi dan para penerima pesan. Katakana apa yang dikehendaki
oleh mereka, gunakan Bahasa yang jelas, sederhana, mudah dipahami, jelaskan
poin-poin penting, dan tekankan serta telaah ulang poin-poin yang penting.
B. Minimisasi gangguan dalam proses komunikasi
Jika suatu
pesan disampaikan secara lisan, perhatikan bagaimna lokasi atau tempat
penyampaian pesan yang nyaman, tenang, akustik/sound system yang baik, tempat
duduk yang teratur, ruangan sejuk, dsb. Jangan sampai ada gangguan disaat
penyampaian pesan.
C. Mempermudah upaya umpan balik antara si pengirim dan si penerima pesan
Agar
pemberian umpan balik (feedback) tersebut memberikan suatu manfaat yang cukup
berarti, maka harus dapat merencanakan bagaimana dan kapan suatu pesan yang
disampaikan kepada penerima.
BAB III
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
A. Pola Komunikasi Bisnis
Secara
umum pola kumunikasi (patterns of communication) dibedakan menjadi 2 saluran
(Purwanto,2006:40-45), yaitu :
A. Saluran
Komunikasi Formal
Dalam struktur organisasi, garis,
fungsional, maupun matriks, akan tampak berbagai macam posisi atau kedudukan
masing-masing sesuai dengan batas tanggung jawab dan wewenangnya. Dalam
kaitannya dengan proses penyampaian informasi dari manajer kepada bawahan, pola
transformasi informasinya dapat berbentuk 4 pola yaitu:
1. Komunikasi dari atas ke bawah
Komunikasi dari atas ke bawah
(top-down)merupakan jalur komunikasi yang berasal dari atas (manajer) ke bawah
(karyawan) merupakan penyampaian pesan yang dapat berbentuk perintah,
instruksi, maupun prosedur untuk dijalankan para bawahan dengan sebaik-baiknya.
Menurut Katz dan Kahn, komunikasi ke bawah mempunyai 5 tujuan pokok yaitu:
· Memberikan pengarahan atau instruksi kerja tertentu,
· Memberikan informasi kenapa pekerjaan itu harus dilaksanakan,
· Memberikan informasi tentang prosedur dan praktik organisasional
· Memberikan umpan balik pelaksanaan kerja kepada para karyawa,
· Menyajikan informasi mengenai aspek ideologi dalam membantu organisasi
menanamkan pengertian tentang tujuan yang ingin dicapai.
2. Komunikasi dari bawah ke atas
Atau disebut buttom-up communicatin berarti alur pesan yang disampaikan berasal
dari bawah (karyawan) menuju ke atas (manajer). Pesan mula-mula berasal
dari para karyawan yang selanjutnya disampaikan ke jalur yang lebih
tinggi.
3. Komunikasi
Horizontal
Atau horizontal communication atau
sering disebut komunikasi lateral (lateral communication) adalah komunikasi
yang terjadi antara bagian-bagian yang memiliki posisi sejajar atau sederajat
dalam suatu organisasi. Tujuan komunikasi horizontal antara lain untuk
melakukan persuasi, mempengaruhi, dan memberikan informasi kepada bagian atau
departemen yang memiliki kedudukan sejajar.
4. Komunikasi Diagonal
Atau diagonal communication melibatkan
komunikasi antara dua tingkat (level) organisasi yang berbeda. Contohnya adalah
komunikasi formal antara manager pemasaran dengan bagian pabrik, antara manager
produksi dengan bagian promosi, antara manager produksi dengan bagian akuntansi
dan lain sebagainya.
B. Saluran
Komunikasi Informal
Dalam jaringan komunikasi informal, orang-orang yang ada dalam suatu
organisasi, tanpa mempedulikan jenjang hiekarki, pangkat, dan kedududkan atau
jabatan, dapat berkomunikasi secara luas. Meskipun hal-hal yang mereka
perbincangkan biasanya bersifat umum, seperti mengobrol tentang humor yang baru
di dengar, keluarga, anak-anak, dunia olahraga, musil, acara film, dan
sinetron, dan kadang kala mereka juga membicarakan hal-hal yang berkaitan
dengan situasi kerja yang ada dalam organisasi.
2. Mengelola Komunikasi Bisnis
Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola komunikasi, yaitu :
1. Penanganan pesan-pesan yang bersifat rutin
Untuk dapat memaksimalkan manfaat dan meminimalkan biaya, seorang manajer
perlu memperhatikan hal berikut ini:
a. Mengurangi jumlah pesan
b. Instruksi yang jelas
c. Mendelegasikan tanggung jawab
d. Melatih petugas
e. Penanganan Krisis Komunikasi
2. Penanganan Krisis
Komunikasi
Cara penanganan krisis di suatu perusahaan tentu berbeda dengan perusahaan
lain. Namun, munculnya krisis dalam suatu perusahaan dapat mempunyai pengaruh
terhadap masa depan produk maupun reputasi perusahaan bersangkutan. Dalam
kaitannya dengan krisis komunikasi tersebut, ada 2 falsafah dalam
komunikasi yaitu:
1. Bersikap diam, tidak
mengatakan sesuatu, atau katakan apa yang terjadi. Namun, beberapa ahli
hubungan masyarakat (public relation) menyarankan agar perusahaan menangkis
rumor yang beredar dalam masyarakat dengan cara menjelaskan dengan cara apa
yang menjadi masalahnya secara terbuka tanpa ditutup-tutupi kepada public
(masyarakat umum) dan karyawan-karyawannya. Pada saat yang sama, perusahaan
harus mencari sumber masalahnya dan berusaha mengendalikannya. Satu hal yang
paling penting dalam menangani setiap kasus adalah mengusahakan agar pikiran
tetap dalam kondisi tenag, kalem, dan tidak gegabah. Tenang dalam artian bahwa
penanganan suatu kasus perlu pemikiran jernih dan tidak dalam kondisi emosional.
Suatu tanggapan yang rasional akan membantu memberikan inspirasi untuk
mempertinggi rasa percaya diri.
Dalam situasi krisis ekonomi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan
seperti:
1. Siapkan tim yang terampil atau cekatan dalam penanganan krisis
2. Usahakan agar manajemen puncak segera bertindak pada saat krisis terjadi
3. Ciptakan sebuah pusat informasi sebagai representasi perusahaan yang
dilengkapi dengan berbagai peralatan elektronik komunikasi
4. Ceritakan suatu kejadian secara menyeluruh, terbuka, dan jujur. Jika memang
ada yang salah segera mohon maaf
5. Tunjukkan keseriusahan perusahaan, bukan saja dalam pernyataan tetapi dalam
wujud nyata.
3. Masalah Komunikasi dalam Organisasi
Fakor hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunikasi dapat dibagi
dalam 3 jenis, yaitu:
1. Hambatan Teknis
Hambatan ini timbul karena lingkungan dan memberikan dampak pencegahan
terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi,
keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan
adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi dan sistem informasi,
sehingga saluran komunikasi dan media komunikasi dapat diandalkan serta lebih
efisien.
2. Hambatan Semantik
Gangguan ini menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau ide
secara efektif. Definisi semantik disini adalah studi atas pengertian yang
diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas akan tetap menjadi
tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi. Untuk menghindari mis-komunikasi
semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat dan sesuai
dengan karakteristik komunikannya, serta melihat dan mempertimbangkan
kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yang digunakannya.
3. Hambatan Manusiawi
Hambatan ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh
orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.
Menurut Cruden dan Sherman, hambatan ini mencakup :
1. Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia, seperti perbedaan
persepsi, umur, keadaan emosi, status, keterampilan mendengarkan pencarian
informasi, dan penyaringan informasi.
2. Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi atau
lingkungan sosial dan budaya, seperti suasana dan iklim kerja serta tata nilai
yang dianut. Ditinjau dari aspek bisnis, organisasi adalah sarana manajemen
(dilihat dari aspek kegiatannya). Korelasi antara Ilmu Komunikasi dengan
Organisasi terletak pada peninjauannya yang berfokus kepada manusia-manusia
yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi.
Dalam lingkup organisasi tujuan utama
komunikasi adalah memperbaiki organisasi, yang ditafsirkan sebagai upaya yang
dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan manajemen. Komunikasi organisasi terjadi
setiap saat dan dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan
diantara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi.
Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarchies
anatara satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan. Komunikasi
bisnis adalah proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas
dan efisiensi produk kerja di dalam struktur (jenjang/level) dan sistem
organisasi yang kondusif. Dalam kegiatan organisasi bisnis, pesan hendaknya
tidak hanya sekedar informatif, yaitu agar pihak lain mengerti dan tahu, tetapi
juga haruslah persuasif, agarpihak lain bersedia menerima suatu paham atau
keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan.
Dalam proses komunikasi, semua pesan atau
informasi yang dikirim akan diterima dengan berbagai perbedaan oleh penerima
pesan/informasi , baik karena perbedaan latar belakang, persepsi, budaya maupun
hal lainnya. Untuk itu, suatu pesan atau informasi yang disampaikan hendaknya
memenuhi 7 syarat atau dikenal juga dengan 7 C, yaitu :
1. Completeness (Lengkap)
Suatu pesan atau informasi dapat dikatakan lengkap, bila berisi semua
materi yang diperlukan agar penerima pesan dapatmemberikan tanggapan yang
sesuai dengan harapan pengirim pesan.
2. Conciseness (Singkat)
Suatu pesan dikatakan concise bila dapat mengutarakan gagasannya dalam
jumlah kata sekecil mungkin (singkat, padat tetapi jelas) tanpa mengurangi
makna, namun tetep menonjolkan gagasannya.
3. Consideration
(Pertimbangan)
Penyampaian pesan hendaknya menerapkan empati dengan pertimbangan dan mengutamakan
penerima pesan.
4. Concreteness (Konkrit)
Penyampaian pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang gamblang, pasti,
dan jelas
5. Clarity (Kejelasan)
Pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mudah
diinterpretasikan serta memiliki makna yang jelas.
6. Courtessy (Kesopanan)
Pesan disampaikan dengan gaya bahasa dan nada yang sopan, akan memupuk
hubungan baikdalam komunikasi bisnis.
7. Correctness
(Ketelitian)
Pesan hendaknya dibuat dengan teliti dan menggunakan tata bahasa, tanda
baca, dan ejaan yang benar (formal atau resmi.
BAB IV
JENIS – JENIS KOMUNIKASI
1. Jenis Jenis Komunikasi berdasarkan
Penyampaian
Pada umumnya setiap orang dapat berkomunikasi satu sama lain karena manusia
tidak hanya makhluk individu tetapi juga makhluk sosial yang selalu mempunyai
kebutuhan untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Namun tidak semua orang
terampil berkomunikasi, oleh sebab itu dibutuhkan beberapa cara dalam
menyampaikan informasi.
Berdasarkan cara penyampaian informasi
dapat dibedakan menjadi 2 ( dua ), yaitu :
a. Komunikasi verbal ( Lisan )
Yang terjadi secara langsung serta tidak
dibatasi oleh jarak, dimana kedua belah pihak dapat bertatap muka. Contohnya
dialog dua orang.
Yang terjadi secara tidak langsung
akibat dibatasi oleh jarak. contohnya komunikasi lewat telepon.
b. Komunikasi nonverbal ( Tertulis )
Naskah, yang biasanya digunakan untuk
menyampaikan kabar yang bersifat kompleks.
Gambar dan foto akibat tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat.
2. Jenis Jenis Komunikasi Menurut
Kelangsunganya
Dalam sebuah proses komunikasi yang dilakukan oleh dua orang ataupun lebih,
dapat diketahui interaksi antara kedua belah pihak atau lebih tersebut sebagai
mana berikut:
a. Komunikasi langsung : Proses
komunikasi langsung maksudnya adalah bahwa komunikasi yang dilakukan tanpa
bantuan, campur tangan, perantara pihak lain ataupun media komunikasi serta
tidak dibatasi oleh jarak.
b. Komunikasi tidak langsung :
Komunikasi tidak langsung dilakukan melalui perantara, baik itu pihak ketiga
atau bantuan alat-alat komunikasi lainnya.
3. Jenis Jenis Komunikasi Menurut
Periaku
Komunikasi dipelari oleh manusia melalui proses kehidupannya, melaui belajar,
bersosialisai dan lain sebagainya yang tentunya akan secara otomatis
dipengaruhi oleh perilaku dan posisi seseorang didalam masyarakat, berikut
merupakan jenis komunikasi menurut perilakunya:
a. Komunikasi formal : Komunikasi formal
biasanya terjadi dalam suatu organisasi, komunikasi seperti ini biasanya sudah
mempunyai aturan dan tata caranya sendiri menurut rules dari organisasi atau
perusahaanya.
b. Komunikasi informal : Komunikasi
informal terjadi dalam suatu oraganisasi yang tidak ditentukan dalam struktur
organisai dan tidak dapat pengakuan resmi yang juga tidak berpengaruh terhadap
kepentingan organisasi yang bersangkutan, misalnya adalah obrolan antar teman,
desa-desus dan lain sebagainya.
c. Komunikasi nonformal : Komunikasi
nonformal adalah komunikasi yang terjadi antara bersifat formal dan informal,
yaitu komunikasi yang bertujuan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi.
4. Jenis Jenis Komunikasi Menurut
Maksudnya
Menurut maksud dilakukanya komunikasi ada beberapa komunikasi yang jika
diperhatikan dilakukan dengan maksud tertentu dari yang menyampaikan
informasi, inisiatif komunikator menjadi suatu penentu diantaranya adalah:
a. Wawancara: Merupakan percakapan
antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara.
Tujuan dari wawancara memiliki maksud untuk mendapatkan informasi yang tepat
dari narasumber yang terpercaya. Wawancara dilakukan dengan cara penyampaian
sejumlah pertanyaan dari pewawancara kepada narasumber.
b. Pidato: Pidato adalah sebuah kegiatan
berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau
memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh seorang
yang memberikan orasi-orasi dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang
penting dan patut diperbincangkan.
5. Jenis Jenis Komunikasi Menurut Ruang
Lingkupnya
Ruang lingkup terjadinya komunikasi merupakan batasan jenis komunikasi ini.
Maka dalam komunikasi menurut ruang lingkup dapat dibedakan sebagai berikut :
a. Komunikasi internal
Komunikasi yang berlangsung dalam ruang
lingkup atau lingkungan organisasi atau perusahaan yang terjadi diantara
anggota organisasi atau perusahaan tersebut saja.
Komunikasi internal ini dapat dibedakan
menjadi tiga macam :
1.Komunikasi vertikal yang terjadi dalam
bentuk komunikasidari atasan kepada bawahan, misalnya perintah, teguran,
pujian, petunjuk dan sebagainya.
2.Komunikasi horizontal yang terjadi
didalam ruang lingkup organisasi atau kantor diantara orang-orang yang
mempunyai kedudukan sejajar.
3.Komunikasi diagonal yang terjadi
didalam ruang lingkup organisasi atau kantor diantara orang-orang yang
mempunyai kedudukan tidak sama pada posisi tidak sejalur vertikal.
b. Komunikasi eksternal
Komunikasi yang berlangsung antara
organisasi atau perusahaan dengan pihak masyarakat yang ada diluar organisasi
atau perusahan tersebut. Komunikasi dengan pihak luar dapat berbentuk:
1. Eksposisi, pameran, promosi,
publikasi dan sebagainya
2. Konperensi pers (press release)
3. Siaran televisi, radio dan sebagainya
4. Bakti sosial, pengabdian pada
masyarakat, dan sebagainya.
6. Jenis Jenis Komunikasi Menurut Aliran
Informasi
Komunikasi yang didasarkan menurut aliran informasi dapat dibedakan sebagai
berikut :
a. Komunikasi satu arah, yaitu
merupakan komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja.
b. Komunikasi dua arah, yaitu
merupakan komunikasi yang bersifat timbale balik, dalam hal ini komunikasi
diberi kesempatan untuk memberikan respons atau feedbeck kepada komunikatornya.
c. Komunikasi ke atas yaitu
merupakan komunikasi yang terjadi dari bawahan kepada atasan
d. Komunikasi ke bawah, yaitu meruakan
komunikasi yang terjadi dari atasan kepada bawahan.
e. Komunikasi kesamping, yaitu merupakan
komunikasi yang terjadi diantara orang yang memiliki kedudukan sejajar. Dengan
demikian arah informasi tersebut akan dianut sebagai bentuk interaksi
komunikasinya
7. Komunikasi Menurut Jaringan Kerja
Di dalam sebuah organisasi atau perusahaan komunikasi akan dapat
terlaksana menurut sistem yang ditetapkanya dalam jaringan kerja yang
dinanungi. Komunikasi menurut jaringan kerja ini dapat dibedakan menjadi
a. Komunikasi jaringan kerja rantai :
Komunikasi terjadi menurut saluran hirarchi organisasi dengan jaringan komando
sehingga mengikuti pola komunikasi formal.
b. Komunikasi jaringan kerja lingkaran :
Komunikasi terjadi melalui saluran komunikasi yang berbentuk seperti lingkaran.
c. Komunikasi jaringan bintang :
Komunikasi yang terjadi melalui satu sentral dan saluranya yang dilalui lebih
pendek.
8. Komunikasi Menurut Peranan Individu
Komunikasi yang dilakukan seseorang atau individu kepada pihak-pihak lain baik
secara kelompok maupun secara individual. Dalam komunikasi ini peranan individu
sangat mempengaruhi keberhasilan proses komunikasinya. Ada beberapa macam
antara lain :
a. Komunikasi antar individu dengan
individu yang lain. Komunikasi ini terjadi secara nonformal maupun informal ,
individu bertindak sebagai komunikator mampu mempengaruhi individu yang lain.
b. Komunikasi antar individu dengan
lingkungan yang lebih luas. Komunikasi ini terjadi karena individu yang
dimaksud memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengadakan hubungan dengan
lingkungan yang lebih luas.
c. Komunikasi antar individu dengan dua
kelompok atau lebih. Pada komunikasi ini individu berperan sebagai perantara
antara dua kelompok atau lebih, sehingga dituntut kemampuan yang prima untuk
menjadi penyelaras yang harmonis.
9.Komunikasi Menurut Jumlah Pelaku Dalam
Komunikasi Tersebut
Jenis jenis komunikasi menurut jumlah pelaku dalam komunikasi
Komunikasi yang selalu terjadi diantara sesama manusia baik individu maupun
kelompok. Jumlah dari orang yang berkomunikasi akan mempengaruhi proses
komunikasi itu sendiri, disamping sifat dan tujuan komunikasi itu dilaksanakan.
Untuk itu dapat dibedakan sebagai berikut :
a. Komunikasi perseorangan : Komunikasi
yang terjadi secara perseorangan atau individual antara pribadi dengan pribadi
tentang permasalahan yang bersifat pribadi juga.
b. Komunikasi kelompok : Komunikasi yang
berlangsung dalam suatu kelompok atau group tentang masalah-masalah yang
menyangkut kepentingan banyak orang dalam kelompok.
BAB V
KEUNTUNGAN MENGUASAI
TEKNOLOGI
A. Dalam
Bidang Sosial
Keuntungan :
1. Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi
antara suatu tempat dan tempat yang lain.
Kerugian :
1. Dengan semakin pesatnya komunikasi membuat bentuk komunikasi berubah yang
asalnya berupa face to face menjadi tidak. Hal ini dapat
menyebabkan komunikasi menjadi hampa.
2. Seseorang yang terus menerus bergaul dengan komputer akan cenderung menjadi
seseorang yang individualis.
3. Dengan pesatnya teknologi informasi baik di internet maupun media lainnya
membuat peluang masuknya hal-hal yang berbau pornografi, pornoaksi, maupun
kekerasan semakin mudah.
4. Kemajuan TIK juga pasti akan semakin memperparah kesenjangan sosial yang terjadi
di masyarakat antara orang kaya dan orang miskin.
5. Maraknya cyber crime yang terus membayangi seperti
carding, ulah cracker, manipulasi data dan berbagaicyber crime yang
lainnya
B. Dalam
Bidang Pendidikan
Keuntungan :
1. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk
kepentingan pendidikan.
2. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang
semakin memudahkan proses pendidikan.
3. Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau
kelas yang berbasisteleconference yang tidak mengharuskan sang
pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
4. Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan
lancar karena penerapan sistem TIK.
Kerugian :
1. Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudahterjadinya pelanggaran terhadap
Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data
menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
2. Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah
system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam
menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
3. Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir
pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span
of attention).
C. Dalam
Bidang Ekonomi
Keuntungan :
1. Semakin maraknya penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan.
2. Bisnis yang berbasis TIK atau yang biasa disebut e-commerce dapat
mempermudah transaksi-traansaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan
3. Dengan fasilitas pemasangan iklan di internet pada situs-situs tertentu
akan mempermudah kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk.
Kerugian :
1. Dengan mudahnya melakukan transaksi di internet menyebabkan akan semakin
memudahkan pula transaksi yang dilarang seperti transaksi barang selundupan
atau transaksi narkoba.
2. Hal yang sering terjadi adalah pembobolan rekening suatu lembaga atau
perorangan yang mengakibatkan kerugian financial yang besar.
D. Dalam
Bidang Pemerintahan
Keuntungan :
1. Tenologi Informasi dan Komunikasi yang dikembangkan dalam pemerintahan atau
yang disebut e-government membuat masyarakat semakin mudah
dalam mengakses kebijakan pemerintah sehingga program yang dicanangkan
pemerintah dapat berjalan dengan MAN
2. e-government juga dapat mendukung pengelolaan
pemerintahan yang lebih efisien, dan bisa meningkatkan komunikasi antara
pemerintah dengan sektor usaha dan industri.
3. Masyarakat dapat memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan yang dibuaat
oleh pemerintah sehingga dapat memperbaiki kinerja pemerintah.
Kerugian :
1. Semakin bebasnya masyarakat mengakses situs pemerintah akan membuka peluang
terjadinya cyber crime yang dapat merusak system TIK pada e-government.
Misalnya kasus pembobolan situs KPU ketika penyelenggaraan Pemilu oleh
seorang cracker.
Ø Pemanfaatan TIK di
Sektor Bisnis
Bagi
dunia bisnis, jejaring telekomunikasi awalnya digunakan seperti halnya jejaring
listrik, distribusi air, dan jejaring utilitas lain. Apa yang dulunya merupakan
biaya untuk menjalankan bisnis, sekarang menjadi sumber keuntungan kompetitif.
Layanan TIK sekarang digunakan oleh semua sektor ekonomik, mulai dari
pertambangan dan pertanian sampai layanan finansial, manufaktur dan
kepariwisataan. Jejaring privat ini hadir di semua industri global, di mana
perusahaan multinasional menjadi perusahaan jejaring. Para pengguna bisnis
berskala besar memiliki kebutuhan akan sistem yangcost-effective, leluasa,
aman, automated, terpadu dan terandalkan. Jika para penyedia layanan lokal
tidak dapat memenuhi kebutuhan ini, dengan biaya yang masuk akal,
perusahaan-perusahaan besar memiliki pilihan untuk mengembangkan sendiri
jejaring privat.
Perusahaan multinasional telah dapat mengkoordinasikan produksi dan marketing
dengan sistem komunikasi berbasis satelit dengan kapabilitas video-conferencing,
untuk tujuan mengkoordinasikan pengembangan produk dan disain manufaktur.
Perusahaan-perusahaan kecil lebih terbatas kemampuannya untuk mengembangkan
jejaring TIK sendiri ataupun untuk menyewa, karena besarnya biaya. Ini menjadi
pilihan yang ekonomik hanya jika organisasi tersebut cukup besar untuk
menimbulkan cukup trafik untuk menghasilkan penghematan. Oleh karena ini,
perusahaan-perusahaan global merupakan pihak-pihak yang pertama yang mengadopsi
TIK baru. Sektor-sektor yang sangat bergantung pada TIK mencakup, antara lain
perusahaan-perusahaan layanan finansial.
Pada
ruang lingkup yang lebih luas, sebagai contoh pada lingkungan bisnis, kehadiran
teknologi informasi mulai disadari dapat menghadirkan berbagai solusi yang
dapat membantu proses bisnis yang ada. Departemen TI pada sebuah perusahaan
mulai dibangun dan secara konstan diminta untuk mengembangkan suatu layanan,
mengembangkan suatu sistem, dan mengoptimalkan efesiensi bisnis berbasis
teknologi informasi.
Ø Pengaruh
Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pengambilan Keputusan Bisnis
Membuat
keputusan (decision making) adalah suatu proses memilih alternatif tertentu
dari beberapa alternatif yang ada. Jadi, membuat keputusan adalah suatu proses
memilih antara berbagai macam cara untuk melaksanakan pekerjaan. Semakin
berpengalaman dalam pengambilan keputusan, semakin besar pula kepercayaan diri
yang akan semakin berorientasi pula pada suatu tindakan. Jika seorang wirausaha
mampu mengambil suatu keputusan dalam batas-batas waktu yang masuk akal,
mungkin ia mampu mengambil suatu keputusan yang menguntungkan sehingga
sewaktu-waktu muncul peluang-peluang bisnis.
Di sini
seorang Wirausaha harus cepat mengambil suatu keputusan agar dapat menggunakan
kesempatan sebaik-baiknya. Wirausaha yang ingin maju dalam bisnisnya, harus
dapat memutar akal dengan mengandalkan intuisi, ide-ide yang penuh kreatif dan
inovatif. Mereka juga harus memandang persoalan dalam konteks yang lebih luas,
sambil mengingat bahwa keputusan-keputusan utama akan mempunyai akibat-akibat
jangka panjang atas operasi bisnisnya. Seorang wirausaha diharapkan lebih aktif
dalam dan lebih kreatif, karena ia harus membuat keputusan (decision making)
tanpa bantuan data-data kuantitatif (data berbentuk angka-angka) atau
dukungan staf yang berpengalaman.
Keberhasilan seorang Wirausaha di dalam bisnis, tergantung pada kemampuan
membuat keputusan yang meningkatkan keuntungan bisnisnya pada masa yang akan
datang. Kemampuan membuat keputusan dapat diperoleh dari pengalamannya selama
bertahun-tahun. Akan tetapi, dalam prakteknya pasti ada saja
kesalahan-kesalahan, yang harus cepat disadari dan diambil tindakan
pembetulannya.
Dalam
perusahaan besar, biasanya pembuatan dan pengambilan keputusan itu didasarkan
atas dasar data-data dan dokumentasi perusahaan yang terdapat dalam survei,
laporan usaha, dan sebagainya. Informasi ini biasanya telah dihimpun dengan
cara yang sudah ditentukan, sesuai dengan teknik-teknik pemecahan.
DAFTAR PUSTAKA
https://ilmuseni.com/dasar-seni/jenis-jenis-komunikasi
https://taniakharismaya.wordpress.com/.../1-komunikasi-menurut-kelangsungan
Nama Kelompok :
Alfrian Setianto (10214831)
Andre
Rizky S (1C214778)
Arihadi Azhaz Aziz (11214619)
Guruh
Permadi (14214632)
Ilman
Muhamad Fadillah (15214203)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar